Pada postingan sebelumnya saya sudah share mengenai Pesan Kesalahan Selama Post, nah kali ini saya akan postting kode beep yang biasa muncul pada saat post. berikut adalah kode beep yang muncul pada AWARD BIOS, IBM BIOS, dan AMI BIOS
semoga bermanfaat
By:
Aji Anggono
- 8:55 PM
Aktivasi Sistem Operasi dan Program Aplikasi
Posingan kali ini saya akan share bagaimna cara aktivasi Sistem Operasi dan Progaram aplikasinya, kira - kira caranya sebagai berikit :
Aktifasi
Sistem Operasi
prosedur yang dilaksanakan adalah sebagai
berikut :
· Menghidupkan PC.
· PC melakukan POST
pada saat booting dan harus dapat dilewati.
· PC mulai mencari
sistem operasi di media penyimpan dengan urutan prioritas berdasarkan setting
BIOS, misal CDROM, HDD lalu Diskdrive.
· PC menjalankan
Sistem Operasi yang didahullui dengan menjalankan file-file sistem yaitu MS
Dos.sys, IO.sys, Himem.sys dan command com.
· Jika proses d)
berhasil maka selanjutnya dijalankan config.sys dan autoexec.bat.
· Pengecekkan
konfigurasi sistem windows yaitu file sistem.ini dan win.ini dan dijalankan.
· Pengecekkan adanya
file stratup dan dijalankan.
· Pengecekkkan kondisi
hardware melalui device manager.
· Pengecekkan kondisi
Start Up menu dan fungsi-fungsi dasar system operasi yaitu mengkopi file,
memindah file, mengganti nama file, membuat folder/direktori dan lain-lain.
· Pengecekkan
prosedur shutdown.
Program
Aplikasi
· Pengecekkan program
aplikasi dengan menjalankan program dan menutup program.
· Pengecekkan
fungsi-fungsi menu program aplikasi.
· Pengecekkan besarnya
file-file program aplikasi, yaitu dibandingkan dengan master, terutama
file-file eksekusi (file yang berekstensi EXE dan COM) dan file hasil program
aplikasi misal dokumen dari Ms Word.
· Pengecekkan terhadap
kecepatan mengakses program aplikasi dan data.
Kedua test di atas
akan memberikan response sebagai pesan/peringatan kesalahan, hal ini akan
membantu user untuk mengenal dan mengidentifikasi masalah yang ada.
By:
Aji Anggono
- 8:49 PM
Cara Memperbaiki Harddisk Bad Sector
Harddisk adalah media penyimpan yang sangat penting pada computer. Sayangnya umur pemakaian yang terbatas. Kerusakan pada harddisk dapat disebabkan beberapa hal. Misalnya :
Power supply yang tidak memadai dan merusak kontroller harddisk dan motor.
Harddisk terjatuh dan merusak mekanik didalamnya atau minimal terjadi bad sector.
Terlalu sering dibawa bawa tanpa pengaman membuat platter harddisk rusak karena goncangan berlebih.
Suhu didalam harddisk yang panas membuat kondisi harddisk dalam lingkungan tidak stabil. Kondisi MTBF/umur harddisk, sudah tercapai dan akan rusak. Hal yang masih dapat dilakukan untuk memperbaiki harddisk yang terkena bad sector adalah hanya kondisi dimana harddisk masih berputar, keadaan controller harddisk masih bekerja. Tetapi keadaan ini masih dibagi lagi, bila ingin mengunakan harddisk yang terkena bad sector. Masalah penyebab bad sector adalah salah satu kerusakan yang sering terjadi. Kondisi kerusakan oleh bad sector dibedakan oleh 3 keadaan. Kondisi dimana platter harddisk aus. Pada kondisi ini harddisk memang sudah tidak dapat digunakan. Semakin lama harddisk semakin rusak dan tidak berguna lagi untuk dipakai sebagai media storage. Kondisi platter yang aus tetapi belum mencapai kondisi kritis. Kondisi ini dapat dikatakan cukup stabil untuk harddisk. Kemungkinan harddisk masih dapat diperbaiki karena platter masih mungkin dilow level. Kondisi platter yang aus, baik kondisi yang parah atau ringan tetapi kerusakan terdapat di cluster 0 (lokasi dimana informasi partisi harddisk disimpan). Kondisi ini tidak memungkinkan harddisk diperbaiki. Membicarakan keadaan harddisk untuk diperbaiki hanya memungkinkan perbaikan pada kondisi ke 2, dimana permukaan harddisk masih stabil tetapi terdapat kerusakan ringan di beberapa tempat.Tujuan Upaya untuk mengunakan harddisk yang terdapat bad sector Men-eliminasi lokasi kerusakan pada bad sector.Tahapan 1 Sebelum melakukan tahapan selanjutnya sebaiknya mengunakan tahapan 1 untuk memastikan kondisi platter harddisk yang rusak. Untuk mengetahui hal ini harddisk harus dilakukan LOW LEVEL FORMAT (LLF). LLF dapat dilakukan dari BIOS atau Software. Untuk BIOS, beberapa PC lama seperti generasi 486 atau Pentium (586) memiliki option LLF. Atau dapat mengunakan software LLF. Untuk mendapatkan software LLF dapat diambil di Site pembuat harddisk. Atau mencari utiliti file seperti hddutil.exe (dari Maxtor - MaxLLF.exe) dan wipe.exe versi 1.0c 05/02/96. Fungsi dari software LLF adalah menghapus seluruh informasi baik partisi, data didalam harddisk serta informasi bad sector. Software ini juga berguna untuk memperbaiki kesalahan pembuatan partisi pada
FAT 32 dari Windows Fdisk. Setelah menjalankan program LLF, maka harddisk akan benar-benar bersih seperti kondisi pertama kali digunakan. Peringatan : Pemakaian LLF software akan menghapus seluruh data didalam harddiskTahapan 2 Proses selanjutnya adalah dengan metode try dan error. Tahapan untuk sesi ini adalah :
a. Membuat partisi harddisk : Dengan program FDISK dengan 1 partisi saja, baik primary atau
extended partisi. Untuk primary dapat dilakukan dengan single harddisk , tetapi bila menghendaki
harddisk sebagai extended, diperlukan sebuah harddisk sebagai proses boot dan telah memiliki primary
partisi (partisi untuk melakukan booting).
b. Format harddisk : Dengan FORMAT C: /C. Penambahan perintah /C untuk menjalankan pilihan
pemeriksaan bila terjadi bad sector. Selama proses format periksa pada persentasi berapa kerusakan
harddisk. Hal ini terlihat pada gambar dibawah ini.
Ketika program FORMAT menampilkan Trying to recover allocation unit xxxxxx, artinya program
sedang memeriksa kondisi dimana harddisk tersebut terjadi bad sector. Asumsi pada pengujian
dibawah ini adalah dengan Harddisk Seagate 1.2 GB dengan 2 lokasi kerusakan kecil dan perkiraan
angka persentasi ditunjukan oleh program FORMAT :Kondisi Display pada program Format persentasi
yang dapat digunakan
Baik 0-20% 20%
Bad sector 21% Dibuang
Baik 22-89% 67%
Bad sector 91% Dibuang
Baik 91-100% 9%
c. Buat partisi kembali : Dengan FDISK, buang seluruh partisi didalam harddisk sebelumnya, dan buat
kembali partisi sesuai catatan kerusakan yang terjadi. Asumsi pada gambar bawah adalah pembuatan
partisi dengan Primary dan Extended partisi. Pada Primary partisi tidak terlihat dan hanya ditunjukan
partisi extended. Pembagian pada gambar dibawah ini adalah pada drive D dan F (22MB dan 12 MB)
dibuang karena terdapat bad sector. Sedangkan pada E dan G ( 758MB dan 81MB) adalah sebagai
drive yang masih dalam kondisi baik dan dapat digunakan.
Bila anda cukup ngotot untuk memperbaiki bad sector anda, dapat juga dilakukan dengan try-error
dengan mengulangi pencarian lokasi bad sector pada harddisk secara tahapan yang lebih kecil,
misalnya membuat banyak partisi untuk memperkecil kemungkinan terbuangnya space pada partisi
yang akan dibuang. Semakin ngotot untuk mencari kerusakan pada tempat dimana terjadi bad sector
semakin baik, hanya cara ini akan memerlukan waktu lebih lama walaupun hasilnya memang cukup
memuaskan dengan memperkecil lokasi dimana kerusakan harddisk terjadi.
d. Untuk memastikan apa bad sector sudah terletak pada partisi harddisk yang akan dibuang, lakukan
format pada seluruh letter drive dengan perintah FORMAT /C. Bila bad sector memang terdapat pada
partisi yang dibuang (asumsi pada pengujian bad sector terletak pada letter drive D dan F), maka partisi
tersebut dapat langsung dibuang. Tetapi bila terjadi kesalahan, misalnya kerusakan bad sector tidak
didalam partisi yang akan dibuang melainkan terdapat pada partisi yang akan digunakan, anda harus
mengulangi kembali proses dari awal dengan membuang partisi dimana terdapat kesalahan dalam
membagi partisi yang terkena bad sector. Hal yang perlu diingat : Pembuatan partisi dilakukan dari
awal ke akhir, misalnya C, D, E dan selanjutnya. Untuk membuang partisi mengunakan cara sebaliknya
yaitu dari Z ke C. Kesalahan dalam membuang dan membuat partisi yang acak acakan akan
mengacaukan sistem partisi harddisk.
e. Proses selanjutnya adalah membuang partisi yang tidak digunakan lagi. Setelah melakukan
pemeriksaan dengan program FORMAT, maka pada proses selanjutnya adalah membuang partisi yang
mengandung bad sector. Pada gambar dibawah ini adalah: Tahap membuang 2 partisi dengan FDISK
untuk letter drive D dan E. Untuk E dan G adalah partisi letter drive yang akan digunakan.
f. Pada akhir tahapan anda dapat memeriksa kembali partisi harddisk dengan option (Displaypartitisi)pada program FDISK, contoh pada gambar dibawah ini adalah tersisa 3 drive : C sebagai primary partisi (tidak terlihat), 2 extended partisi yang masih baik dan partisi yang mengandung bad sector telah dihapus.
g. Akhir proses. Anda memiliki harddisk dengan kondisi yang telah diperbaiki karena bad sector.
Letter drive dibagi atas C sebagai Primary partisi dan digunakan sebagai boot, D (758MB) dan E
(81MB) adalah partisi ke 2 dan ke 3 pada extended partisi
Bila anda belum puas dengan hasil mencari bad sector, maka anda dapat mengulangi prosesur diatas.
Untuk melakukan Tips ini sebaiknya sudah mengetahui prosedur dalam membuat partisi dengan
program FDISK.
Yang perlu dicatat pada tip ini adalah, berhati-hati pada pemakaian program LLF. Sebaiknya
mengunakan single drive untuk mengunakan program ini. Kesalahan melakukan LOW LEVEL
FORMAT pada harddisk sangat fatal dan tidak dapat dikembalikin seperti kondisi semula.
Untuk harddisk yang terkena BAD SECTOR sebaiknya mengunakan harddisk yang kondisinya belum
terlalu parah atau bad sector terdapat di beberapa tempat dan tidak sporadis tersebar. Kerusakan pada
banyak tempat (sporadis bad sector) pada harddisk akan menyulitkan pencarian tempat dimana terjadi
bad sector.
semoga bermanfaat
Power supply yang tidak memadai dan merusak kontroller harddisk dan motor.
Harddisk terjatuh dan merusak mekanik didalamnya atau minimal terjadi bad sector.
Terlalu sering dibawa bawa tanpa pengaman membuat platter harddisk rusak karena goncangan berlebih.
Suhu didalam harddisk yang panas membuat kondisi harddisk dalam lingkungan tidak stabil. Kondisi MTBF/umur harddisk, sudah tercapai dan akan rusak. Hal yang masih dapat dilakukan untuk memperbaiki harddisk yang terkena bad sector adalah hanya kondisi dimana harddisk masih berputar, keadaan controller harddisk masih bekerja. Tetapi keadaan ini masih dibagi lagi, bila ingin mengunakan harddisk yang terkena bad sector. Masalah penyebab bad sector adalah salah satu kerusakan yang sering terjadi. Kondisi kerusakan oleh bad sector dibedakan oleh 3 keadaan. Kondisi dimana platter harddisk aus. Pada kondisi ini harddisk memang sudah tidak dapat digunakan. Semakin lama harddisk semakin rusak dan tidak berguna lagi untuk dipakai sebagai media storage. Kondisi platter yang aus tetapi belum mencapai kondisi kritis. Kondisi ini dapat dikatakan cukup stabil untuk harddisk. Kemungkinan harddisk masih dapat diperbaiki karena platter masih mungkin dilow level. Kondisi platter yang aus, baik kondisi yang parah atau ringan tetapi kerusakan terdapat di cluster 0 (lokasi dimana informasi partisi harddisk disimpan). Kondisi ini tidak memungkinkan harddisk diperbaiki. Membicarakan keadaan harddisk untuk diperbaiki hanya memungkinkan perbaikan pada kondisi ke 2, dimana permukaan harddisk masih stabil tetapi terdapat kerusakan ringan di beberapa tempat.Tujuan Upaya untuk mengunakan harddisk yang terdapat bad sector Men-eliminasi lokasi kerusakan pada bad sector.Tahapan 1 Sebelum melakukan tahapan selanjutnya sebaiknya mengunakan tahapan 1 untuk memastikan kondisi platter harddisk yang rusak. Untuk mengetahui hal ini harddisk harus dilakukan LOW LEVEL FORMAT (LLF). LLF dapat dilakukan dari BIOS atau Software. Untuk BIOS, beberapa PC lama seperti generasi 486 atau Pentium (586) memiliki option LLF. Atau dapat mengunakan software LLF. Untuk mendapatkan software LLF dapat diambil di Site pembuat harddisk. Atau mencari utiliti file seperti hddutil.exe (dari Maxtor - MaxLLF.exe) dan wipe.exe versi 1.0c 05/02/96. Fungsi dari software LLF adalah menghapus seluruh informasi baik partisi, data didalam harddisk serta informasi bad sector. Software ini juga berguna untuk memperbaiki kesalahan pembuatan partisi pada
FAT 32 dari Windows Fdisk. Setelah menjalankan program LLF, maka harddisk akan benar-benar bersih seperti kondisi pertama kali digunakan. Peringatan : Pemakaian LLF software akan menghapus seluruh data didalam harddiskTahapan 2 Proses selanjutnya adalah dengan metode try dan error. Tahapan untuk sesi ini adalah :
a. Membuat partisi harddisk : Dengan program FDISK dengan 1 partisi saja, baik primary atau
extended partisi. Untuk primary dapat dilakukan dengan single harddisk , tetapi bila menghendaki
harddisk sebagai extended, diperlukan sebuah harddisk sebagai proses boot dan telah memiliki primary
partisi (partisi untuk melakukan booting).
b. Format harddisk : Dengan FORMAT C: /C. Penambahan perintah /C untuk menjalankan pilihan
pemeriksaan bila terjadi bad sector. Selama proses format periksa pada persentasi berapa kerusakan
harddisk. Hal ini terlihat pada gambar dibawah ini.
Ketika program FORMAT menampilkan Trying to recover allocation unit xxxxxx, artinya program
sedang memeriksa kondisi dimana harddisk tersebut terjadi bad sector. Asumsi pada pengujian
dibawah ini adalah dengan Harddisk Seagate 1.2 GB dengan 2 lokasi kerusakan kecil dan perkiraan
angka persentasi ditunjukan oleh program FORMAT :Kondisi Display pada program Format persentasi
yang dapat digunakan
Baik 0-20% 20%
Bad sector 21% Dibuang
Baik 22-89% 67%
Bad sector 91% Dibuang
Baik 91-100% 9%
c. Buat partisi kembali : Dengan FDISK, buang seluruh partisi didalam harddisk sebelumnya, dan buat
kembali partisi sesuai catatan kerusakan yang terjadi. Asumsi pada gambar bawah adalah pembuatan
partisi dengan Primary dan Extended partisi. Pada Primary partisi tidak terlihat dan hanya ditunjukan
partisi extended. Pembagian pada gambar dibawah ini adalah pada drive D dan F (22MB dan 12 MB)
dibuang karena terdapat bad sector. Sedangkan pada E dan G ( 758MB dan 81MB) adalah sebagai
drive yang masih dalam kondisi baik dan dapat digunakan.
Bila anda cukup ngotot untuk memperbaiki bad sector anda, dapat juga dilakukan dengan try-error
dengan mengulangi pencarian lokasi bad sector pada harddisk secara tahapan yang lebih kecil,
misalnya membuat banyak partisi untuk memperkecil kemungkinan terbuangnya space pada partisi
yang akan dibuang. Semakin ngotot untuk mencari kerusakan pada tempat dimana terjadi bad sector
semakin baik, hanya cara ini akan memerlukan waktu lebih lama walaupun hasilnya memang cukup
memuaskan dengan memperkecil lokasi dimana kerusakan harddisk terjadi.
d. Untuk memastikan apa bad sector sudah terletak pada partisi harddisk yang akan dibuang, lakukan
format pada seluruh letter drive dengan perintah FORMAT /C. Bila bad sector memang terdapat pada
partisi yang dibuang (asumsi pada pengujian bad sector terletak pada letter drive D dan F), maka partisi
tersebut dapat langsung dibuang. Tetapi bila terjadi kesalahan, misalnya kerusakan bad sector tidak
didalam partisi yang akan dibuang melainkan terdapat pada partisi yang akan digunakan, anda harus
mengulangi kembali proses dari awal dengan membuang partisi dimana terdapat kesalahan dalam
membagi partisi yang terkena bad sector. Hal yang perlu diingat : Pembuatan partisi dilakukan dari
awal ke akhir, misalnya C, D, E dan selanjutnya. Untuk membuang partisi mengunakan cara sebaliknya
yaitu dari Z ke C. Kesalahan dalam membuang dan membuat partisi yang acak acakan akan
mengacaukan sistem partisi harddisk.
e. Proses selanjutnya adalah membuang partisi yang tidak digunakan lagi. Setelah melakukan
pemeriksaan dengan program FORMAT, maka pada proses selanjutnya adalah membuang partisi yang
mengandung bad sector. Pada gambar dibawah ini adalah: Tahap membuang 2 partisi dengan FDISK
untuk letter drive D dan E. Untuk E dan G adalah partisi letter drive yang akan digunakan.
f. Pada akhir tahapan anda dapat memeriksa kembali partisi harddisk dengan option (Displaypartitisi)pada program FDISK, contoh pada gambar dibawah ini adalah tersisa 3 drive : C sebagai primary partisi (tidak terlihat), 2 extended partisi yang masih baik dan partisi yang mengandung bad sector telah dihapus.
g. Akhir proses. Anda memiliki harddisk dengan kondisi yang telah diperbaiki karena bad sector.
Letter drive dibagi atas C sebagai Primary partisi dan digunakan sebagai boot, D (758MB) dan E
(81MB) adalah partisi ke 2 dan ke 3 pada extended partisi
Bila anda belum puas dengan hasil mencari bad sector, maka anda dapat mengulangi prosesur diatas.
Untuk melakukan Tips ini sebaiknya sudah mengetahui prosedur dalam membuat partisi dengan
program FDISK.
Yang perlu dicatat pada tip ini adalah, berhati-hati pada pemakaian program LLF. Sebaiknya
mengunakan single drive untuk mengunakan program ini. Kesalahan melakukan LOW LEVEL
FORMAT pada harddisk sangat fatal dan tidak dapat dikembalikin seperti kondisi semula.
Untuk harddisk yang terkena BAD SECTOR sebaiknya mengunakan harddisk yang kondisinya belum
terlalu parah atau bad sector terdapat di beberapa tempat dan tidak sporadis tersebar. Kerusakan pada
banyak tempat (sporadis bad sector) pada harddisk akan menyulitkan pencarian tempat dimana terjadi
bad sector.
semoga bermanfaat
By:
Aji Anggono
- 8:48 PM
Pesan Kesalahan Selama POST
postingan kali ini saya mau share tentang diagnosa POST, langsung aja g mna caranya ?
1. Diagnosa POST
1. Diagnosa POST
a) Test 1 (Basic System
Error), sistem terhenti dengan tanpa
tampilan dan suara beep,
walaupun kursor mungkin nampak.
b) Test 2 (Extended System
Error), satu suara beep panjang diikuti
dengan satu suara beep pendek,
dan eksekusi POST terhenti.
c) Test 3 (Display Error),
satu suara beep panjang diikuti dengan
dua suara beep pendek, dan
POST melanjutkan dengan test
berikutnya.
d) Test 4 (Memory Error),
ada tampilan angka yang menunjukkan
kode kesalahan.
e) Test 5 (Keyboard
Error), ada tampilan angka yang menunjukkan
kode kesalahan.
f) Test 6 (Drive Error),
ada tampilan angka 601, 1780, atau 1781
yang menunjukkan kode
kesalahan.
2) Diagnosa umum
Diagnosa ini meliputi :
konfigurasi sistem, perubahan konfigurasi
sistem, dan format disk.
3) Diagnosa mencari dan
memecahkan kerusakan
Diagnosa ini meliputi tiga
kategori, yaitu :
a) software (bad command
or file name, disk not ready, internal error, overflow)
b) configuration error
code (configuration too large for memory, 201 error –
system unit, 601 parity chech x)
c) system lockup.
semoga bermanfaat
By:
Aji Anggono
- 7:40 PM
Level kerusakan harddisk dan cara memperbaikinya
Cerita dikit tentang Harddisk
Saya membagi harddisk menjadi 4 level, ini bedsarkan riset dan pengalaman saya pribadi selama menangani kerusakan harddisk.
Level 1
Kerusakan yg terjadi pada level ini bisanya disebabkan Bad sector. Untuk menanganinya ada beberapa
cara dan variasi percobaan, disesuaikan dengan merk harddisk dan banyaknya bad sector.
- Untuk penangan awal bisa gunakan perintah FORMAT C:/C (sesuaikan dengan drive yg akan
diformat). /C digunakan
untuk mebersihkan cluster yg rusak.
- Langkah kedua jika belum berhasil bisa gunakan program Disk Manager dari masing-masing pabrik
pembuat Harddisk.
- Jika belum berhasil juga anda bisa gunakan software HDDREG , silahkan download di internet
programnya.
- Jika belum berhasil coba cara Low Level Format atau Zero File.
- Jika masih belum bisa, anda bisa lakukan pemotongan sector harddisk yg rusak, dengan cara
membaginya dan tidak
menggunakan sector yang rusak.
Level 2
Kerusakan yang terjadi pada level 2 adalah Kehilangan Partisi Harddisk dan Data . Ini bisa disebabkan
oleh virus atau kesalahan menggunakan program utility. Ada yg perlu diperhatikan dalam
mengembalikan Partisi harddisk yang hilang, yaitu kapasitas harddisk dan Jenis File Systemnya. Partisi
dengan File System FAT lebih mudah dikembalikan dibanding NTFS atau File System Linux.
- Cek terlebih dahulu partisi harddisk dengan menggunakan FDISK atau Disk Manager
- Untuk mengembalikannya bisa gunakan software seperti Acronis Disk Director, Handy Recovery,
Stellar Phoniex dll.
Level 3
Kerusakan yg menyebabkan harddisk terdeteksi di BIOS tetapi tidak bisa digunakan, selalu muncul
pesan error pada saat komputer melakukan POST. Biasanya ini disebabkan FIRMWARE dari harddisk
tersebut yg bermasalah. Untuk gejala ini banyak terjadi pada harddisk merk Maxtor dengan seri namanama
Dewa. Untuk memperbaikinya anda bisa download program Firmware dari website merk
harddisk tersebut.
Level 4
Kerusakan yang menyebabkan Harddisk benar tidak terdeteksi oleh BIOS dan tidak bisa digunakan
lagi. Ini level yang tersulit menurut saya. Karena untuk perbaikannya kita butuh sedikit utak atik
perangkat elektronika dan komponen dalamnya. Menganggulangi harddisk yang tidak terdeteksi oleh
BIOS banyak cara.
- Mengecek arus listrik yg mengalir ke harddisk
- Mengganti IC pada mainboard Harddisk
- Buka Penutup Cover harddisk dan cek posisi Head harddisk
- Cara yg extreme harddisk yg rusak bisa dikanibal dengan harddisk yg lain yg keruskan berbeda, bisa
dengan cara
mengganti maiboardnya atau mengambil IC nya.
Saya membagi harddisk menjadi 4 level, ini bedsarkan riset dan pengalaman saya pribadi selama menangani kerusakan harddisk.
Level 1
Kerusakan yg terjadi pada level ini bisanya disebabkan Bad sector. Untuk menanganinya ada beberapa
cara dan variasi percobaan, disesuaikan dengan merk harddisk dan banyaknya bad sector.
- Untuk penangan awal bisa gunakan perintah FORMAT C:/C (sesuaikan dengan drive yg akan
diformat). /C digunakan
untuk mebersihkan cluster yg rusak.
- Langkah kedua jika belum berhasil bisa gunakan program Disk Manager dari masing-masing pabrik
pembuat Harddisk.
- Jika belum berhasil juga anda bisa gunakan software HDDREG , silahkan download di internet
programnya.
- Jika belum berhasil coba cara Low Level Format atau Zero File.
- Jika masih belum bisa, anda bisa lakukan pemotongan sector harddisk yg rusak, dengan cara
membaginya dan tidak
menggunakan sector yang rusak.
Level 2
Kerusakan yang terjadi pada level 2 adalah Kehilangan Partisi Harddisk dan Data . Ini bisa disebabkan
oleh virus atau kesalahan menggunakan program utility. Ada yg perlu diperhatikan dalam
mengembalikan Partisi harddisk yang hilang, yaitu kapasitas harddisk dan Jenis File Systemnya. Partisi
dengan File System FAT lebih mudah dikembalikan dibanding NTFS atau File System Linux.
- Cek terlebih dahulu partisi harddisk dengan menggunakan FDISK atau Disk Manager
- Untuk mengembalikannya bisa gunakan software seperti Acronis Disk Director, Handy Recovery,
Stellar Phoniex dll.
Level 3
Kerusakan yg menyebabkan harddisk terdeteksi di BIOS tetapi tidak bisa digunakan, selalu muncul
pesan error pada saat komputer melakukan POST. Biasanya ini disebabkan FIRMWARE dari harddisk
tersebut yg bermasalah. Untuk gejala ini banyak terjadi pada harddisk merk Maxtor dengan seri namanama
Dewa. Untuk memperbaikinya anda bisa download program Firmware dari website merk
harddisk tersebut.
Level 4
Kerusakan yang menyebabkan Harddisk benar tidak terdeteksi oleh BIOS dan tidak bisa digunakan
lagi. Ini level yang tersulit menurut saya. Karena untuk perbaikannya kita butuh sedikit utak atik
perangkat elektronika dan komponen dalamnya. Menganggulangi harddisk yang tidak terdeteksi oleh
BIOS banyak cara.
- Mengecek arus listrik yg mengalir ke harddisk
- Mengganti IC pada mainboard Harddisk
- Buka Penutup Cover harddisk dan cek posisi Head harddisk
- Cara yg extreme harddisk yg rusak bisa dikanibal dengan harddisk yg lain yg keruskan berbeda, bisa
dengan cara
mengganti maiboardnya atau mengambil IC nya.
semoga bermanfaat
By:
Aji Anggono
- 6:51 PM
cara cepat mengetik 10 jari
malam ini mau posting apa ya enaknya, yah postingan kali ini ane mau kasih tau tips cara cepat mengetik 10 jari
Di masa sekarang
ini telah tersedia berbagai macam produk keyboard yang ditujukan agar
anda nyaman mengetik, meski dalam waktu lama. Namun yang lebih penting adalah
bagaimana anda mengatur postur dan posisi tubuh anda, terutama lengan anda,
sehingga anda bisa menghindari kelelahan dan cedera.
Untuk itu ada
baiknya mengikuti nasehat Stephanie Brown, seorang guru piano asal Amerika,
dalam majalah "Her World". "Ikutilah disiplin pemain piano
yang sedang pentas," katanya. Stephanie memberi lima petunjuk untuk diterapkan
saat anda mengetik pada keyboard.
1. Sejajarkan
pergelangan tangan dengan telapak tangan Upayakan pergelangan tangan anda
selalu sejajar dengan telapak tangan. Lemaskan pergelangan tangan anda seperti
mengambang. Jangan tegang.
2. Posisi siku
menggantung Pastikan siku anda dalam posisi bebas menggantung. Menyandarkan
siku pada sandaran kursi saat mengetik, selain menyulitkan anda untuk mengetik,
juga membuat anda tegang dan cepat lelah.
3. Lemaskan jari
telunjuk dan jari manis anda Kunci mengetik tanpa lekas lelah adalah melemaskan
seluruh jari anda. Jangan kaku dan tegang. Biarkan lemas, rileks, apa adanya.
4. Tekan tombol
dengan tenang Jangan menekan tombol dengan kuat atau mengalirkan kekuatan penuh
pada tangan anda. Ingat, anda sedang mengetik, bukan memukul tombol keyboard.
5.
Bila tidak sedang mengetik Lemaskan keseluruhan tangan bila sedang tidak
memencet tombol di keyboard. Keadaan anda sebelum mengetik juga
mempengaruhi kondisi anda di saat mengetik.
Posisi tangan pada keyboard
Secara umum, ada 2 cara peletakan
tangan pada keyboard.
Posisi
Pertama
Tangan Kiri
Jari
Kelingking : Baris Pertama =
‘ dan 1
Baris Kedua = Tab dan Q
Baris Ketiga = Capslock dan A
Baris Keempat = Shift kiri dan Z
Baris Kelima = Ctrl dan Windows
Jari Manis : Baris Pertama = 2
Baris Kedua = W
Baris Ketiga = S
Keempat = X
Jari Tengah : Baris Pertama = 3
Baris Kedua = E
Baris Ketiga = D
Baris Keempat = C
Jari Telunjuk : Baris Pertama = 4 dan 5
Baris Kedua = R dan T
Baris Ketiga = F dan G
Baris Keempat = V dan B
Ibu Jari : Baris Kelima = Alt kiri dan Spasi
Tangan kanan
Ibu Jari : Baris Kelima = Alt kanan dan Spasi
Jari Telunjuk : Baris Pertama = 6 dan 7
Baris Kedua = Y dan U
Baris Ketiga = H dan J
Baris Keempat = N dan M
Jari Tengah : Baris Pertama = 8
Baris Kedua = I
Baris Ketiga = K
Baris Keempat = ,
Jari Manis : Baris Pertama = 9
Baris Kedua = O
Baris Ketiga = L
Baris Keempat = .
Jari Kelingking : Baris Pertama =
0, -, = dan BackSpace
Baris Kedua = P, [ dan ]
Baris Ketiga = , ;, ‘ dan Enter
Baris Keempat = / dan shift kanan
Posisi Kedua
Tangan Kiri
Jari Kelingking : Baris Pertama =
‘ dan 1
Baris Kedua = Tab dan Q
Baris Ketiga = Capslock dan A
Baris Keempat = Shift kiri dan Z
Baris Kelima = Ctrl dan Windows
Jari Manis : Baris Pertama = 2 dan 3
Baris Kedua = W
Baris Ketiga = S
Baris Keempat = X
Jari Tengah : Baris Pertama = 4
Baris Kedua = E
Baris Ketiga = D
Baris Keempat = C
Jari Telunjuk : Baris Pertama = 5 dan 6
Baris Kedua = R dan T
Baris Ketiga = F dan G
Baris Keempat = V dan B
Ibu Jari : Baris Kelima = Alt kiri dan Spasi
Tangan kanan
Ibu Jari : Baris Kelima = Alt kanan dan Spasi
Jari Telunjuk : Baris Pertama = 7 dan 8
Baris Kedua = Y dan U
Baris Ketiga = H dan J
Baris Keempat = N dan M
Jari Tengah : Baris Kedua = I
Baris Ketiga = K
Baris Keempat = L
Jari Manis : Baris Pertama = 9
Baris Kedua = O
Baris Ketiga = L
Baris Keempat = .
Jari Kelingking : Baris Pertama =
0, -, = dan BackSpace
Baris Kedua = P, [ dan ]
Baris Ketiga = ;, ‘ dan Enter
Baris Keempat = / dan shift kanan
Baris Kelima = Windows, left click dan ctrl kanan
Subscribe to:
Posts (Atom)





